Menghitung Penyusutan Aset Metode Garis Lurus (Contoh + Excel)

Penyusutan membuat laporan keuangan mencerminkan nilai aset yang sebenarnya. Metode garis lurus adalah yang paling sederhana dan paling banyak dipakai — begini cara menghitungnya.

Team BasisData.net··7 menit baca
Ringkasnya: penyusutan per tahun = (harga perolehan − nilai sisa) ÷ umur manfaat. Nilai buku = harga perolehan − akumulasi penyusutan. Untuk keperluan pajak, gunakan masa manfaat sesuai kelompok harta dalam ketentuan perpajakan yang berlaku.

Rumus penyusutan garis lurus

Penyusutan per tahun = (Harga perolehan − Nilai sisa) ÷ Umur manfaat (tahun)

Nilai buku = Harga perolehan − Akumulasi penyusutan

Disebut “garis lurus” karena besar penyusutannya sama setiap tahun, sehingga grafik nilai bukunya turun lurus.

Contoh 1: kendaraan operasional

Pikap dibeli Rp240.000.000, perkiraan nilai sisa Rp40.000.000, umur manfaat 8 tahun.

Penyusutan per tahun = (240.000.000 − 40.000.000) ÷ 8 = Rp25.000.000

TahunPenyusutanAkumulasiNilai buku akhir tahun
1Rp25.000.000Rp25.000.000Rp215.000.000
2Rp25.000.000Rp50.000.000Rp190.000.000
3Rp25.000.000Rp75.000.000Rp165.000.000
…………
8Rp25.000.000Rp200.000.000Rp40.000.000

Contoh 2: laptop, dibeli di tengah tahun

Laptop Rp16.000.000 dibeli bulan Juli, umur manfaat 4 tahun, tanpa nilai sisa. Penyusutan setahun = Rp4.000.000, atau Rp333.333 per bulan. Tahun pertama hanya 6 bulan (Juli–Desember): Rp2.000.000.

Kelompok harta menurut ketentuan pajak

Untuk keperluan pajak, masa manfaat dan tarif garis lurus mengikuti kelompok harta. Ringkasan umum untuk harta berwujud bukan bangunan:

KelompokMasa manfaatTarif garis lurusContoh umum*
Kelompok 14 tahun25%umumnya komputer, laptop, printer, perabot kantor
Kelompok 28 tahun12,5%umumnya mobil, pikap & truk, perabot logam
Kelompok 316 tahun6,25%sebagian mesin industri
Kelompok 420 tahun5%sebagian mesin & peralatan berat

*Rincian jenis harta per kelompok diatur dalam peraturan perpajakan yang berlaku (saat artikel ini ditulis: PMK-72 Tahun 2023). Pastikan penggolongan aset Anda dikonfirmasi dengan akuntan atau konsultan pajak.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Lupa menghitung proporsional di tahun pertama.
  • Terus menyusutkan aset yang sudah dijual atau dihapus — lakukan stock opname rutin.
  • Biaya perbaikan besar yang menambah umur aset dicatat sebagai beban biasa, padahal bisa jadi perlu dikapitalisasi.
  • Tidak memisahkan penyusutan akuntansi dan pajak.
Penyusutan dihitung otomatis

Masukkan harga beli dan umur manfaat sekali saja — nilai buku setiap aset diperbarui otomatis dan bisa diekspor ke Excel kapan saja.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu nilai sisa (residu)?

Perkiraan nilai aset di akhir umur manfaatnya, misalnya harga jual kembali. Untuk penyusutan fiskal (pajak), umumnya nilai sisa tidak diperhitungkan sehingga aset disusutkan sampai nol.

Kapan penyusutan mulai dihitung?

Umumnya sejak bulan aset diperoleh atau mulai dipakai. Untuk tahun pertama, penyusutan dihitung proporsional sesuai jumlah bulan.

Apakah penyusutan akuntansi sama dengan pajak?

Tidak selalu. Akuntansi memakai estimasi umur manfaat perusahaan, sedangkan pajak memakai kelompok harta dan tarif yang ditetapkan peraturan. Konsultasikan dengan akuntan atau konsultan pajak Anda.

Rujukan: DJP: pokok aturan PMK-72 Tahun 2023 · DJP: penyusutan dan amortisasi

Artikel ini bersifat informasi umum. Selalu ikuti buku manual pabrikan dan peraturan yang berlaku di daerah Anda.

Baca juga