Kenapa P2H penting?
Sebagian besar kerusakan besar diawali tanda kecil: rembesan oli, tekanan ban turun, lampu indikator menyala. P2H membuat tanda-tanda ini ketahuan sebelum kendaraan berangkat. Untuk perusahaan, catatan P2H juga menjadi bukti bahwa kendaraan diperiksa secara rutin — penting untuk audit K3 dan klaim asuransi.
Checklist P2H mobil operasional & truk
Keliling kendaraan
- Body, kaca, dan spion tidak retak atau rusak
- Tidak ada tetesan oli, air, atau bahan bakar di bawah kendaraan
- Ban: tekanan cukup, tidak sobek atau benjol, baut roda lengkap
- Lampu utama, sein, rem, mundur, dan hazard menyala
Ruang mesin
- Oli mesin di antara batas minimum dan maksimum
- Air radiator/coolant cukup
- Minyak rem dan minyak power steering cukup
- Air wiper, V-belt tidak retak, terminal aki kencang
Di kabin
- Rem dan rem tangan berfungsi
- Klakson, wiper, sabuk pengaman
- Tidak ada lampu peringatan menyala di panel
- Odometer dicatat
- Dokumen: STNK, buku KIR (bila wajib), SIM supir
- Perlengkapan: segitiga pengaman, dongkrak, ban cadangan, APAR kecil
Tambahan untuk alat berat
- Hour meter (HM) dicatat
- Oli hidrolik cukup, selang hidrolik tidak bocor atau retak
- Track/undercarriage atau ban, pin dan bushing tidak aus berlebihan
- Bucket, kuku bucket, dan attachment terpasang kencang
- Alarm mundur, lampu rotari, dan tombol stop darurat berfungsi
- Grease pada titik lumasan sesuai jadwal
Cara menjalankan P2H supaya konsisten
- Satu lembar per kendaraan per hari — atau formulir digital di HP.
- Tandai tiap item: Baik / Perlu perhatian / Rusak.
- Aturan jelas: temuan kritis = kendaraan tidak boleh jalan sampai diperbaiki.
- Laporkan hari itu juga ke mekanik atau admin, lengkap dengan foto.
- Rekap mingguan: kendaraan mana yang paling sering bermasalah, lalu masukkan ke jadwal servis berkala.
Template Excel di bawah artikel ini berisi checklist mobil/truk dan alat berat yang siap dicetak.
Supir dan operator bisa mengisi P2H dari HP, temuan otomatis menjadi laporan kerusakan, dan atasan langsung tahu kendaraan mana yang tidak layak jalan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa kepanjangan P2H?
P2H adalah Pemeriksaan dan Perawatan Harian, yaitu pemeriksaan singkat sebelum kendaraan atau alat berat dioperasikan. Istilah ini banyak dipakai di pertambangan, konstruksi, dan logistik.
Siapa yang mengisi P2H?
Supir atau operator yang akan memakai kendaraan hari itu. Atasan atau mekanik memeriksa hasilnya dan menindaklanjuti temuan.
Bagaimana jika ada temuan?
Bedakan temuan kritis (rem, kemudi, kebocoran, ban rusak) yang membuat kendaraan tidak boleh jalan, dan temuan ringan yang boleh jalan tetapi harus dijadwalkan perbaikannya.
Artikel ini bersifat informasi umum. Selalu ikuti buku manual pabrikan dan peraturan yang berlaku di daerah Anda.